Senin, 28 September 2009

3.Mengundang & Bertemu

MENGUNDANG / MEMBUAT JANJI PERTEMUAN

Membuat janji untuk bertemu prospek adalah salah satu cara untuk efisiensi waktu Anda, sekaligus untuk menyeleksi calon prospek. Kesuksesan Anda dalam membuat jaringan dimulai dari cara Anda membuat janji pertemuan.

Tujuan :
1. Membuat janji bertemu agar Anda bias menjelaskan bisnis ini secara lengkap kepada prospek dalam daftar nama Anda bukan hanya garis besarnya saja.
2. Membangun jaringan dengan pendekatan yang professional

Pertemuan yang dimaksud adalah :
  • Pertemuan one to one, dimana anda bertemu dengan seseorang di suatu tempat yang telah anda tentukan dengan prospek.
  • Pertemuan Home Meeting, baik yang anda adakan sendiri di rumah Anda maupun turut dalam pertemuan home meeting yang diadakan oleh upline Anda di salah satu grupnya.
  • Pertemuan di open plan presentation (GBO) (bila keadaan mendesak).

10 Langkah dalam mengundang :
Anda hanya membuat sebuah janji untuk bertemu. Keberhasilan meyakinkan orang adalah pada saat orang tersebut bersedia duduk dan mendengarkan presentasi bisnis Anda secara lengkap. Jangan mencoba untuk menjelaskan bisnis ini sepotong-sepotong. Hal tersebut dapat membuat prospek Anda memiliki persepsi yang salah mengenai bisnis ini. Untuk membuat janji secara professional ada 10 prinsip dasar :
1. Sikap
Sikap yang harus Anda miliki pada saat membuat janji adalah “sikap memberi peluang”. Anda memberikan mereka sebuah peluang usaha dan mereka mempunyai kesempatan untuk mengevaluasi peluang tersebut. Jika mereka mengambil kesempatan tersebut dan sukses, mereka akan sangat berterima kasih kepada Anda.
2. Sediakan 2 Alternatif Waktu
Buka agenda kerja Anda, sediakan 2 waktu lebih dahulu sebelum Anda membuat janji. Minta waktu kepada upline Anda jika Anda masih baru di bisnis ini.
3. Gunakan Telepon
Apabila memungkinkan, gunakan telepon untuk membuat janji. JANGAN mencoba atau terpancing untuk menjelaskan bisnis ini melalui telepon. Dengan telepon Anda bias membatasi waktu sehingga memperkecil adanya pertanyaan yang memaksa Anda untuk menjelaskan bisnis ini di saat Anda belum siap membuat janji, jika Anda masih baru.
4. Basa Basi Singkat
Anda bisa memulai berbicara dengan basa-basi singkat mengenai keluarga (Family), pekerjaan (Occupation), hobi (Recreation). Jangan terlalu lama basa-basi, sebisa mungkin temukan “hot button” (sesuatu hal yang memotivasi seseorang) prospek Anda tersebut. Tapi jika tidak bisa menemukan hot button, tidak apa, Anda langsung masuk ke prinsip berikutnya.
5. Alasan Bicara Singkat (ABS)
Ciptakan keterbatasan waktu di saat Anda membuat janji bertemu. Keterbatasan waktu juga untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan yang memaksa anda untuk menjelaskan bisnis ini melalui telepon.
6. Dapatkan/Cocokkan Waktu dengan Prospek
Sebelum mengundang prospek Anda, pastikan prospek Anda tidak memiliki acara pada hari yang telah Anda tetapkan sebelumnya.
7. Undang Prospek Anda
Undang prospek Anda dengan menyebutkan waktu yang spesifik (contoh: Senin pukul 18.45)
8. Kemukakan Topik Kreatif
Hindari istilah-istilah seperti “upline”, “MLM”, “jualan” nama produk. Lebih baik jika Anda mengatakan : “proyek”, “menciptakan pasar” atau langsung ke hot button orang tersebut jika Anda sedah tahu pasti apa hot button prospek Anda tersebut.
9. Konfirmasi
Lakukan konfirmasi 12 jam sebelum waktu presentasi yang telah Anda tetapkan. Hal ini penting sekali karena kebanyakan orang tidak memiliki agenda kerja, sehingga sering orang melupakan janji yang telah dibuat. Minta komitmen untuk kehadirannya, misalnya sebelum acara presentasi dimulai, Anda harus konfirmasi terlebih dahulu. Takutnya kalo ternyata prospek tidak bisa padahal leader sudah jauh-jauh dating.
10. Konfirmasi
Latihan dengan sponsor atau upline Anda dalam sebuah simulasi sangatlah dianjurkan terutama bagi Anda yang masih baru. Biarkan mereka membantu Anda melakukan beberapa undangan pertama.

Catatan Penting!!!
-   Buatlah janji bertemu dengan pasangan mereka, bila yang Anda undang sudah menikah. Hal ini dimaksudkan agar mereka memiliki informasi yang utuh dari sumber yang benar (Anda), dan bukan dari pasangannya yang baru satu kali melihat presentasi bisnis.
-  Jangan Pernah berdebat terhadap keluhan-keluhan prospek Anda. Jangan langsung memberikan tanggapan terhadap pendapatan mereka. Biasanya mereka hanya pernah mendengar bisnis MLM dari teman atau relasi mereka yang gagal menjalankan bisnis ini.
-   Jangan pernah berbohong kepada prospek. Jangan membuat janji dengan alas an untuk makan-makan, reuni, dll. Jika mereka merasa dibohongi mereka akan tidak senang dengan Anda. Andai mereka tertarik pun, mereka akan bergabung dengan orang lain karena sudah ada perasaan tidak senang dengan Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar